Apa itu brikatSUPER?

Pusat logistik berikat UNTUK UKM dan IKM

brikatSUPER merupakan sebuah Pusat Logistik Berikat (PLB) pertama didunia yang memanfaatkan internet sebagai sarana untuk pengguna dan pelanggan berinteraksi dengan lebih baik sehingga sistem perdagangan impor – ekspor menjadi lebih praktis dan efisien.

Kami menyediakan kemudahan dalam kepabeanan, cukai, dan perpajakan, atas barang impor yang dimasukkan ke gudang berikat sehingga dapat membuat pelaku Industri dan UMKM mendapatkan bahan baku dengan lebih cepat dan murah

Kami adalah konsorsium badan usaha yang bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam rangka meningkatkan daya saing UKM dan IKM dengan cara menyediakan sumber bahan baku yang lebih murah, mendistribusikan hasil produk dan memfasilitasi kebutuhan pendanaan.

Berikut daftar komoditas yang bisa menikmati fasilitas impor melalui PLB dan sejumlah relaksasi dari pemerintah:

  1. Komoditi Barang Modal Tidak Baru (Permendag 127/M-DAG/PER/12/2015), diberikan relaksasi di mana boleh diimpor oleh importir pemilik API-U untuk kelompok I B (kecuali bab 88) dengan jumlah 5 unit per shipment dengan tujuan untuk IKM.
  2. Komoditi Produk Tertentu (Permendag 87/M-DAG/PER/10/2015), diberikan relaksasi berupa pengecualian persyaratan impor berupa Laporan Surveyor (LS) dan pemberlakuan post-audit untuk impor:
    • Makanan dan minuman tidak termasuk kembang gula sampai dengan 500 kg per pengiriman.
    • Obat tradisional dan suplemen kesehatan sampai dengan 500 kg.
    • Elektronika maksimal 10 pcs.
    • Barang pribadi penumpang dan awak sarana pengangkut berupa pakaian maksimal 10 pcs.
  3. Komoditi produk kehutanan (Permendag 97/M-DAG/PER/11/2015), dilakukan relaksasi dengan deklarasi impor dan Persetujuan Impor (PI).
  4. Komoditi Bahan Baku Plastik (Permendag 36/M-DAG/PER/7/2013), diberikan relaksasi berupa pengecualian persyaratan impor dengan  importir pemilik API-U sampai dengan lima ton dengan Persetujuan Impor (PI) dan pemberlakuan post-audit yang mensyaratkan keperluan IKM.
  5. Komoditi Kaca (Permendag 71/M-DAG/PER/11/2012 jo. 40/M-DAG/PER/9/2009), diberikan relaksasi berupa pengecualian persyaratan LS dengan batasan sampai dengan 50 pce dan pemberlakuan pengawasan melalui post-audit yang mensyaratkan keperluan IKM.
  6. Komoditi Bahan Obat dan Makanan (Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan 13 tahun 2015), diberikan relaksasi terhadap bahan baku pangan, bahan kosmetik, dan bahan obat tradisional dengan mempermudah persyaratan pengajuan Surat Keterangan Impor (SKI). 

Regulasi Pendukung

  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Tempat Penimbunan Berikat.
  • Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No 272/PMK.04/2015 Tentang Pusat Logistik Berikat.
  • Peraturan Direktur Jenderal Bea & Cukai Nomor PER-01/BC/2016 Tentang Tata Laksana Pusat Logistik Berikat.
  • Peraturan Direktur Jenderal Bea & Cukai Nomor PER-02/BC/2016 Tentang Tata Laksana Pengeluaran Barang Impor Dari Kawasan Pabean untuk Ditimbun di Pusat Logistik Berikat (terkait BC 1.6).
  • Peraturan Direktur Jenderal Bea & Cukai Nomor PER-03/BC/2016 Tentang Tata Laksana Pengeluaran Barang Impor (terkait BC 2.8).
  • Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No 64/M-DAG/PER/9/2016 Tentang Ketentuan Pemasukan dan Pengeluaran Barang Asal Luar Daerah Pabean ke dan dari Pusat Logistik Berikat.

Fasilitas yang diberikan brikatSUPER

Insentif Fiskal
  • Penangguhan Bea Masuk
  • Tidak dipungut pajak Impor (PPN, PPH Impor)
  • Tidak dipungut PPN atas pemasukan dalam negeri
Status Kepemilikan Barang
  • Milik PLB sendiri
  • Milik supplier di LN (konsinyasi)
  • Milik Orang didalam negeri (titipan)
Jangka Waktu Penimbunan
  • Dapat ditimbun selama 3 tahun dengan mendapatkan fasilitas
Kegiatan Sederhana
  • Dapat dilakukan kegiatan sederhana non manufacturing
Fasilitas Pemasukan
  • Dapat menimbun barang Impor maupun Ekspor
  • Dari LN maupun dari DN
  • Penangguhan ket pembatasan
Fleksibilitas Pengeluaran
  • Bisa secara parsial
  • Pengenaan pungutan pajak maupun bea masuk sesuai pengeluaran
Self Managed Bonded
  • Pengawasan mandiri untuk PLB tertentu
Pengelesaian Import Sementara
  • Pemasukan barang cost recovery ke PLB menyelesaikan kewajiban ekspor untuk impor sementara